Jumat, 10 Juni 2016

Ta'riful Qur'an

TA'RIFUL QUR'AN (تَعْرِيْفُ الْقُرْآنِ) Al-Qur’an(القرآن) Secara etimologi, Al-Qur’an berasal dari kata yang sama dengan qira’ah, yaitu akar kata (masdar) dari qara’a, qira’atan wa qur’anan. Qara’a memiliki arti mengumpulkan dan menghimpun. Qira’ah berarti merangkai huruf-huruf dan kata-kata satu dengan lainnya dalam satu ungkapan kalimat yang teratur. Secara terminologi, definisi Al-Qur’an adalah:Kalamullah yang merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang disampaikan kepada kita secara mutawatir dan membacanya bernilai ibadah. Kalam Allah (كَلاَمُ اللهِ) Al-Qur’an bukan kalam Nabi Muhammad SAW, tapi itu WAHYU ALLAH (53:4)(81:19-22) Bukan kalam malaikat Jibril Tapi kalam Allah, kalimat-kalimat yang berasal dari Allah, firman Allah Nabi yang Ummi Allah telah merancang satu situasi untuk menegaskan bahwa Al-Qur’an itu benar-benar kalam Allah: Penerimanya (Rasulullah SAW) adalah seorang yang tidak dapat membaca dan menulis Jika dapat membaca -> dituduh menukil dari kitab lain Jika dapat menulis -> dituduh tulisan Nabi SAW Kesaksian Al-Walid Tidak! Demi Allah dia bukanlah seorang dukun. Kita telah melihat bagaimana kondisi para dukun sedangkan yang dikatakannya bukan seperti komat-kamit ataupun sajak (mantera-mantera) para dukun Tidak! Demi Allah! dia bukan seorang yang gila. Kita telah mengetahui esensi gila dan telah mengenalnya sedangkan yang dikatakannya bukan dalam kategori ketercekikan, kerasukan ataupun was-was sebagaimana kondisi kegilaan tersebut Dia bukan seorang Penya'ir. Kita telah mengenal semua bentuk sya'ir; rajaz, hazaj, qaridh, maqbudh dan mabsuth-nya sedangkan yang dikatakannya bukanlah sya'ir Dia bukanlah seorang Tukang sihir. Kita telah melihat para tukang sihir dan jenis-jenis sihir mereka sedangkan yang dikatakannya bukanlah jenis nafts (hembusan) ataupun 'uqad (buhul-buhul) mereka Merupakan MU’JIZAT (اَلْمُعْجِزُ) click to collapse contents Mu’jizat artinya melemahkan musuh-musuh Allah Mu’jizat yaitu sesuatu hal luar biasa untuk membuktikan kenabian/kerasulan seseorang disertai dengan tantangan bagi pihak yang memusuhinya, kemudian menampakkan kelemahan mereka yang memusuhi sekaligus keunggulannya selamat dari perlawanan. Al-Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW yang tetap abadi, bisa disaksikan hinggakini. Sejak zaman Nabi SAW, sampai sekarang dan akhir zaman kelak, mukjizat ini terbukti dan tidak tertandingi. Mu’jizat ini berlaku sampai hari kiamat Tiada seorang Nabi pun kecuali diberi mukjizat yang dapat membuat manusia beriman kepadanya. Namun apa yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang datangnya dari Allah. Karena itu aku berharap semoga kiranya aku menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat. (HR. Bukhari dan Ahmad). Al-Qur’an sendiri telah menantang manusia untuk menandingi Al-Qur’an dalam tiga tahapan: QS 17:88 -> semisal AlQur’an QS 11:13-14 ->10 surat saja QS 10:38 -> 1 surat saja Tiada yang sanggup QS. 2:23-24 Diantara Kemu’jizatan Aspek Bahasa & Sastra Pemberitaan mengenai hal-hal ghaib Kabar peristiwa yang akan terjadi QS. 30:1-4 Ternyata, pemberitaan Al-Qur’an ini benar-benar terjadi. Romawi mendapatkan kemenangan atas Persia pada masa pemerintahan Heraklius, 6 tahun sesudah Nabi berhijrah ke Madinah. yaitu pada tahun 622 M. Pada sat itu Heraklius merayakan kemenangannya di Konstantinopel pada tahun 628 M. Fa, kta-fakta ilmiah mendahului sains QS. 23:12-14, QS 41:53 dll Kepada Hati Nabi (اعَلَى قَلْبِ مُحَمَّدٍ) Lauh Ibnu Abbas: Lauh adalah lembaran dari mutiara putih panjangnya sama dengan jarak antara bumi dan langit lebarnya sama dengan jarak antara masyriq dan maghrib, kedua sisinya dari mutiara dan yaqut sampulnya dari yaqut merah qalam (pena)nya dari cahaya kalamNya telah tertulis di ‘Arsy pokoknya berada di pangkuan malaikat Dipercaya (Al-Amin) Menerima dengan Hati Sebagaimana turunnya kepada hati Nabi SAW, maka kita pun menerima al-Qur’an dengan hati kita, sebelum akal kita Karena sebelum membaca atau tadabbur al-Qur’an mesti bersihkan hati kita agar dapat menerimanya dengan baik Ikhlas karena Allah Khusyu’ dalam membaca Secara Mutawatir ( بِالتَّوَاتُرِ ) click to collapse contents Mutawatir = orang banyak Saat al-Qur’an turun, Rasulullah SAW selalu memerintahkan para sahabat untuk menuliskannya Para sahabat pun kemudian menghafalnya Sehingga al-Qur’an diulang-ulang dalam membaca oleh semua sahabat Setiap Ramadhan pun malaikat Jibril mendengarkan bacaan Rasul SAW Saat ditulis kembali pada zaman Abu Bakar pun disepakati oleh semua sahabat Bernilai Ibadah (اَلْمُتَعَبِّدُ بِتِلاَوَتِهِ) QS 35:29-30 Membaca saja tanpa mengerti sudah dinilai ibadah yang pahalanya 10 kebaikan/huruf مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan digandakan 10 kalinya. Aku tidak mengatakan bahwa alif-laam-miim itu satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf. (HR Tirmidzi) Definisi Lengkap AL-QUR’AN Kalam Allah yang memiliki mu’jizat yang diturunkan kepada hati Muhammad SAW yang ditulis secara mutawatir, bernilai ibadah bila membacanya

Jumat, 20 Mei 2016

Amalan rizki lancar

Rezeki Selalu Seret? Lakukan 10 Amalan Ini Agar Rezeki Lancar - No. 9 Mungkin Sering Kita Abaikan

Sibuk, sibuk dan sibuk.... Mungkin itulah alasan kita yang sedikit lalai
dengan ibadah, padahal ibadah itu justru mempermudah aliran rezeki. Lakukanlah minimal istighfar dan stop maksiat.

Manusia yang paling baik adalah mereka yang banyak memberikan manfat untuk orang lain. Subhanallah, ternyata rahasianya di situ. Dengan berbagi dan memberi manfaat untuk orang lain, kehidupan kita dijamin tidak akan kekurangan.

Ibadah tentu sangat luas maknanya, seluas samudera kehidupan kita ini. Namun ada ibadah ringan yang Insya Allah bisa kita lakukan. Nah, berikut ini ada 10 amalan yang memperbanyak peluang pembuka pintu rezeki dari Allah SWT.

1. Menyempatkan diri untuk Ibadah.

Bahasanya aneh ya kelihatannya, ibadah kok disempat-sempatkan sih, Tapi itulah kenyataannya. Tanpa sadar, kita lebih antusias mengejar dunia, sampai-sampai ibadah terabaikan. Makanya sangat beruntung sekali jika kita mampu menyempatkan diri untuk beribadah di tengah-tengah kesibukan kita.

Sungguh Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan pengabdian kita seperti firmannya dalam hadits Qudsi,
"Wahai anak Adam, sempatkanlah untuk menyembahKu, maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu. Jika tidak melakukannya, maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan, dan aku tidak menutup kefakiranmu."
(HR. Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah, dan Al Hakim dari Abu Hurairah ra).

2. Perbanyak Istighfar.

Apa hubungan antara istighfar dan rezeki? Mungkin ada yang bertanya seperti itu, padahal dengan istighfar kita berarti mengaku salah dan lemah di hadapan Allah SWT. Kalau menyadari kelemahan, berarti otomatis kita yakin dengan kehebatan Allah SWT menghadirkan rezeki.

Dijamin pula olah Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa memperbanyak istighfar, maka Allah SWT akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."
(HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa'i, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abdullah bin Abbas ra).

Dalam hadits lain diperjelas, Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang selalu beristighfar, maka Allah akan menjadikan keluh kesah menjadi kegembiraan, kesempitan menjadi keleluasaan."
(HR. Ahmad dan Abu Daud).

Berapa jumlah istighfarnya? Tentu saja sebanyak-banyaknya, sekuat kita. Minimal seperti uswah atau contoh Nabi Muhammad SAW, setidaknya 70-100 kali setiap hari.

3. Stop maksiat.

Ternyata masih ada yang berfikir soal uang atau rezeki urusan usaha. Tak hanya itu, masih ada yang berani berkesimpulan urusan maksiat itu soal balasan akhirat. Padahal kemaksiatan menghalangi aliran rezeki dari Allah SWT. Kemaksiatan pun menjadi tembok yang menghalangi permohonan ampun kita kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda,
"Dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang diperbuatnya."
(HR. Tirmizi).

Bentuk-bentuk kemaksiatan tentunya sangat banyak, mulai dari kemaksiatan mata, maksiatnya lisan, maksiatnya hati, pikiran dan sebagainya.

4. Ingat terus kepada Allah SWT.

Dalam bahasa agama dikenal dengan berzikir. Sungguh dengan banyak mengingat Allah SWT, akan membuat hati tenang dan kehidupan terasa lapang.

Nah, kelapangan itu bagian dari rezeki yang tak ternilai karena hanya orng yang beriman saja yang

mendapatkannya.
Allah SWT berfirman, yang Artinya:
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."
(QA. Ar Ra'd: 28).

Misalnya saja sambil sempatkan untuk berzikir meski hanya dalam hati. Selalu bertahmid sebagai ucapan syukur setiap waktu. Bisa juga memulai setiap aktivitas dengan membaca Basmallah.

5. Berbakti pada Orang Tua.
Berbahagialah bagi yang masih mempunyai orang tua. Sebab, terbuka kesempatan mendulang fadulah taat dan berbakti kepada keduanya. Sungguh, amalan yang satu ini tiada yang mengelak fadilahnya. Dalam hadits riwayat dari Imam Ahmad, Nabi Muhammad SAW berpesan, siapa yang ingin panjang umur dan ditambahkan rezekinya, maka hendaklah berbakti kepada ibu bapaknya dan menyambung tali kekeluargaan.

Rasulullah SAW bersabda,
"Siapa berbakti kepada ibu bapaknya, maka kebahagianlah untuknya, dan Allah akan memanjangkan umurnya."
(HR. Abu Ya'ala, At Tabrani, Al Asybahani dan Al Hakim).

Minimal menyempatkan diri mendoakannya setelah shalat fardhu.
Subhanallah....mendoakan ibu bapak juga menjadi sebab mengalirnya rezeki.
Rasulullah SAW bersabda,
"Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya, niscaya terputuslah rezeki daripadanya."
(HR. Al Hakim dan Ad Dailami).

6. Suka menolong.

Berbuat baik kepada orang yang lemah, termasuk juga menggembirakan dan membahagiakan orang tua, orang yang sakit, anak yatim dan fakir miskin juga termasuk istri dan anak-anak kecil.

Rasulullah SAW bersabda,
"Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki, melainkan karena orang-orang lemah di kalangan kamu.
(HR. Bukhari).

7. Peduli sesama.

Maksudnya adalah betapa indahnya jika kita yidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga kita saja, namun juga mampu memenuhi kebutuhan orang lain. Subhanallah...
Jika bisa menjadi seperti itu, Insya Allah akan menjadi sebab Allah melapangkan rezeki.

Rasulullah SAW bersabda,
"Siapa yang menunaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menunaikan hajatna...,"
(HR. Muslim).

8. Rajin Silaturrahmi.

Subhanallah...amalan yang satu ini juga sangat luar biasa fadilahnya.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya, maka hendaklah dia menghubungi sanak saudaranya."
(HR. Bukhari).

Tetapi, silaturahim bukanlah memberi atau mengunjungi orang yang biasa mengunjungi kita. Namun silaturahim lebih aktif, menyambung hubungan yang terputus agar embali bersatu lagi.
Rasulullah SAW bersabda,
"Yang disebut bersilaturrahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilarurrahmi itu ialah menyambungkan apa yang telah putus."
(HR. Bukhari).

9. Bersedekah.

Amalan yang satu ini tak terbantahkan lagi barokahnya. Sedekah mengundang rahmat Allah SWT dan menjadi sebab Allah membuka pintu rezeki.
Nabi Muhammad SAW berkata kepada Zubair bin Al Awwam, Rasulullah SAW bersabda,
"Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu ditentang Arsy, yang dikirim oleh Allah Azza Wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang memperbanyak pemberian kepada orang lain, niscaya Allah memperbanyakkan juga baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya."
(HR. Ad Daruquthni dari Anas ra).

10. Rajin Shalat Dhuha dan Tahajud.

Kedua ibadah ini memang sangat dahsyat pengaruhnya dalam kesuksesan hidup kita. Banyak sekali hadits yang menunjukkan fadilah tahajud untuk memudahkan memperoleh rezeki, menjadi sebab seseorang itu dipercayai dan dihormati orang dan doanya dikabulkan. Begitu pila dengan shalat dhuha.

Firman Allah dalam hadits Qudsi,
"Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (shalat dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya."
(HR. Al Hakim dan Thabrani).

Minggu, 15 Mei 2016

Kumpulan kisah nabi Khidir

1. Nabi Khidir dengan Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw sedang berada didalam masjid, beliau mendengar orang berdoa, ”Ya Allah, tolonglah aku atas apa yang bisa menyelamatkan aku dari apa yang paling kutakuti”. Lalu Rasulullah bersabda, ”Mengapa orang itu tidak menyertakan pasangan doa’nya yang seperti ini, Ya Allah berilah kepadaku kerinduan orang-orang shalih yang paling mereka rindukan”. Kemudian Rasulullah saw menyuruh sahabatnya Anas untuk menyampaikan pasangan do’a tersebut kepada orang yang sedang berdo’a tadi. Setelah Anas menyampaikan kepada orang tersebut perihal pasangan do’a dari Rasulullah saw, maka orang itu berkata, ”Ya Anas, katakan kepada Rasulullah saw bahwa Allah telah memberi kelebihan karunia kepadanya diatas para nabi seperti kelebihan kepada ummatnya di atas ummat para nabi lain, seperti kelebihan bulan Ramadhan atas bulan-bulan lainnya dan memberi kelebihan hari Jum’at atas hari-hari yang lain. Anas terperanjat pada saat lelaki itu menoleh ke arah Anas, karena yang nampak adalah Khidir as. Lalu orang itu berdo’a, ”Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan ummat yang dimuliakan ini”. (Riwayat Ibnu Addi dalam Al-Kamil, Thabrani dalam Al Ausath, Ibnu Askir dalam Tarikh Damsyq dan Ibnu Abiddunya dari Anas. Riwayat Hakim dalam Al Mustadrak) 2. Nabi Khidir dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq Pada waktu wafatnya Rasulullah saw, ketika di tengah-tengah kesedihan para sahabat yang menangis mengelilingi jenazah beliau, tiba-tiba ada seorang laki-laki berjenggot lebat dan bertubuh tegap masuk ke dalam majelis takziah, lalu ia menundukkan kepalanya sambil mencucurkan air mata. Kemudian segera ia menemui para sahabat Nabi dan berkata, “sesungguhnya Allah telah menyediakan balasan pada setiap musibah, pengganti pada setiap yang hilang dan khalifah pada setiap yang tiada. Maka kembalikanlah segalanya kepada Allah dan berharaplah kepada-Nya. Allah telah mempersiapkan segalanya untuk kalian dan ketahuilah bahwasanya yang ditimpa musibah adalah orang yang tidak terpaksa”. Lalu orang itu pergi. Para sahabat saling bertanya siapakah gerangan orang tersebut, tetapi Abu Bakar segera menjawab, “dia adalah Khidir, saudara Rasulullah saw”. (Riwayat Baihaqi dari Anas bin Malik) 3. Nabi Khidir dengan Umar bin Khattab Pada waktu Umar akan menshalati jenazah, tiba-tiba terdengar suara berbisik dari belakang, ”tunggu saya, wahai Umar...”. Maka Umar menunggu dia hingga dia masuk ke dalam shaf dan Umar pun mulai bertakbir. Setelah sholat, Umar mendo’akan jenazah tersebut, ”Ya Allah, Jika Engkau mengadzabnya berarti dia durhaka kepada-Mu, tapi jika Engkau mengampuni dia, maka sesungguhnya dia sangat membutuhkan rahmat-Mu, Ya Allah”. Setelah jenazah dimakamkan, seorang laki-laki memperbaiki tanah kuburannya sambil berkata, ”beruntunglah kamu, wahai penghuni kubur jika kamu tidak menjadi orang yang mengaku, menyimpan atau menentukan”. Umar kemudian menyuruh untuk memanggilkan orang tersebut, ”bawalah orang itu kemari, akan kutanyakan tentang shalatnya dan pembicaraannya itu”. Maka seorang lelaki pergi mencarinya, tetapi orang itu sudah tidak ada, kecuali hanya bekas telapak kakinya di tanah yang besarnya kira-kira satu hasta. Lalu Umar berkata lagi, ”Demi Allah, dia itu Khidir yang pernah diceritakan oleh Rasulullah kepadaku”. (Riwayat Muhammad bin Munkadir) 4. Nabi Khidir dengan Ali bin Abi Thalib Pada waktu sahabat Ali ra sedang melakukan thawaf, tiba-tiba dia melihat seorang laki-laki bergantung pada kelambu Ka’bah sambil berdo’a, ”Ya Tuhan, yang tidak direpotkan oleh sebutan-sebutan, yang elok dan tidak disilapkan oleh permintaan-permintaan yang banyak dan tidak disibukkan oleh pengaduan-pengaduan yang bertubi-tubi, bolehlah aku mencicipi dinginnya ampunan-Mu dan manisnya rahmat-Mu”. Ali ra pun memanggil dan berkata, ”Wahai hamba Allah, ulangilah perkataanmu itu”. Kata orang itu, ”Apakah Anda mendengarkanku?”. Ali pun menjawab, ”Ya”. Lalu orang itu berkata lagi, ”Demi Khidir yang jiwanya berada didalam genggaman-Nya, siapa-siapa orang yang mengucapkan do’a itu pada setiap selesai shalat fardhu maka pasti ia akan mendapatkan ampunan dosa-dosanya dari Allah, sekalipun dosa-dosanya itu laksana bilangan pasir dan seperti butir-butir air hujan atau bagaikan banyaknya daun-daun pepohonan”. (Riwayat Al Khathib dalam tarikh Baghdad dari Sufyan Ats-Tsauri, dari Abdullah bin Mhraz, dari Yazid bin Ashamm dari Ali bin Abi Thalib) 5. Nabi Khidir dan Ibrahim Al-Khawash Dalam sebuah perjalanan, Ibrahim merasa kehausan sehingga akhirnya terjatuh pingsan tak sadarkan diri. Tiba-tiba dirasakannya ada percikan air mengenai wajahnya. Setelah dibuka matanya, Ibrahim melihat seorang pemuda tampan menunggang seekor kuda, berpakaian hijau dan bersorban warna kuning. Kemudian pemuda itu turun dan memberi minum kepada Ibrahim sambil berkata, ”Naiklah dibelakangku”. Tidak berapa lama kemudian, Ibrahim sudah sampai ke Madinah. Kemudian pemuda itu berkata, ”turunlah, sampaikan salamku kepada Rasulullah saw, katakanlah kepada beliau bahwa Khidir menyampaikan salam kepadanya”. (Riwayat Nabhani dalam Jami’ Karamatil Auliya’) 6. Nabi Khidir dan Abdul Qadir Al-Jailani. Pada saat Abdul Qadir Al-Jailani pertama kali memasuki kota Baghdad, Khidir datang menemuinya lalu memberi isyarat kepadanya agar dia mematuhi apa yang diperintahkannya kepada Abdul Qadir. Kata Khidir, “Duduklah kamu di tempat ini dan janganlah beranjak sedikitpun ingá aku datang kembali kemari”. Maka Abdul Qadir Al-Jailani duduk di tempat itu sampai tiga tahun. Pada tahun pertama, Khidir datang menjenguknya dan berkata, “teruskan saja tingla di tempat ini sampai aku datang lagi menjengukmu kesini”. Demikianlah, aku duduk di atas puing-puing reruntuhan kota Madani. Pada tahun pertama Abdul Qadir Al-Jailani tidak makan kecuali rerumputan saja yang dimakan dan tidak pernah minum walaupun hanya seteguk. Pada tahun kedua, Abdul Qadir Al-Jailani tidak makan walaupun rerumputan, tetapi hanya minum air saja selama satu tahun. Dan pada tahun ketiga, makan minum dan tidur pun mampu ditahan dan sama sekali tidak dilakukannya. Pada suatu malam dan udara sangat dingin laksana salju, Abdul Qadir Al-Jailani mencoba memejamkan mata diatas reruntuhan istana Kaisar Persia di kota itu juga. Anehnya, pada malam itu dia bermimpi keluar mani (ihtilam) sebanyak 40 kali dan setiap kali bermimpi dia segera mandi wajib (mandi janabah / mandi junnub). Maka pada malam itu juga dia mandi junnub sebanyak 40 kali agar tetap dalam keadaan suci. Estela mandi yang terakhir, dia segera bangun dan berdiri melakukan Ibadan supaya tidak tertidur lagi dan agar tidak bermimpi lagi. (Riwayat Abu Su’ud Al-Haraimi dalam Qalaid Al-Jawahir) 7. Nabi Khidir dengan Abu Bakar Al-Kattani Abu Bakar Al-Kattani adalah seorang tokoh terkemuka, seorang alim, yang punya kharisma dan kuat bermujahadah. Diantara mujahadahnya yang sulit ditiru oleh orang biasa adalah dia senantiasa dalam keadaan suci dalam satu hari satu malam. Berdiam dibawah kubah Masjidil Haram selama tiga puluh tahun dan tidak pernah tidur. Pada suatu hari, seorang laki-laki berwibawa masuk melalui pintu Abi Syaibah, lalu mendekatinya dan memberi salam kepadanya sambil berkata, “hai, Abu Bakar, mengapa anda tidak pergi ke maqam Ibrahim bersama orang-orang yang saling mendengarkan pelajaran hadits Nabi ?”. Abu Bakar mengangkat kepalanya dan berkata, “Wahai guruku, kebanyakan hadits-hadits yang disampaikan mereka itu semuanya tanpa sanad, sedangkan aku dapat menjelaskan dari sini dengan sanad-sanadnya yang panjang”. Laki-laki itu bertanya kembali, “Dari siapa anda mendengarnya ?”. Abu Bakar menjawab, “Tuhan sendiri yang mengajarkan ke dalam hatiku”. “Coba buktikan hal itu kepadaku !” Pinta lelaki itu yang tak lain adalah Nabi Khidir. Jawab Abu Bakar, “Buktinya adalah bahwa kamu tak lain adalah Khidir”. (Riwayat Ibnul Munawwir dalam kitabnya) Sumber : Kumpulan Kisah Nabi Khidir oleh MB. Rahimsyah.

Jumat, 06 Mei 2016

Tautan

Lihat Tweet @paksyarif: https://twitter.com/paksyarif/status/728732939547217922?s=09

Jumat, 29 April 2016

Kisah Nabi Khidir

Apakah Benar Khidir Nabi Yang Masih Hidup ? Terlalu banyak perselisihan pendapat tentang nama asli khidir AS. Ada yg menyebutkan namanya Bulya bin mulkan dan ada juga yg mengatakan bahwa namanya adalah lliya, Al-Mu'ammar, Urmiya, dan khadrun. tidak hanya namanya saja yg diperselisihkan oleh orang. bahkan siapa ayah dari khidir pun tidak ada yg tau. ada yg menyebutkan nama ayahnya adalah mulkan, qabil (anak nabis Adam as ), bahkan disebut khidir anak fir'aun. Ibnu Abbas ( sahabat rasulullah ), berkata " beliau adalah anak lelaki dari nabi nabi Adam, yaitu dari tulang sulbinya ." sedangkan menurut Abu hamid as-sajistani, " khidir itu anak lelaki dari qabil bin Adam as." ada lagi seorang tabi'en mengatakan bahwa keturunan khidir ialah Sam bin Nuh as." Pendapat yg lebih ekstrim mengatakan bahwa beliau adalah anak fir'aun ( raja Mesir ), yg telah membesarkan nabi musa as. Tapi pendapat tersebut dibantah oleh ibnu khatir, yaitu " hujjah ini sangat jauh menyimpang!" Dari sekian banyak pendapat, imam Nawawi merasa cenderung memilih bulya bin mulkan, untuk nama yg sebenarnya bagi khidir dan nama inilah yg disepakati jumhur ulama. Khidir itu hanyalah nama gelarannya. Rasulullah SAW pernah mengatakan kepada imam bukhari , " Beliau dipanggil khidir yang memiliki arti kehijauan. karena apabila beliau bangkit dari duduknya, terlihat kesan kehijau-hijauan. Ada sekelompok mujahid yg mengatakan , " beliau digelari sedemikian karena apabila beliau sholat, maka hijaulah segala yg ada disekelilingnya." sementara dalam sebuah riwayat lain diterangkan " bahwa beliau itu memakai baju jubah dan bersorban putih." Mengapa Allah SWT tidak menyebutkan nama khidir yg sebenarnya didalam al-qur'an? dan rahasia apa yg ada dibalik ini semua? Agar pembaca tidak menjadi semakin bingung, disini saya akan memberikan dalil-dalil yg kongkrit, bahwasanya khidir itu adalah Nabi. ibnu Abbas RA, berkata " khidir adalah seorang Nabi dan bukan seorang rasul". Imam Al-Qurtabi berkata , "khidir adalah nabi disisi jumhur ( Ulama )." Ayat Al-qur'anlah yg telah membuktikan sedemikian. saya sendiri mengakui bahwa khidir adalah nabi, ini bisa dibuktikan dari kisah Nabi Musa yg belajar ilmu hakikat kepada lelaki yg berada diantara air laut dan air sungai. Secara logika , tidak ada atau tidak mungkin Nabi belajar kepada manusia biasa ( selain Nabi ) . kalau dilihat darisegi ilmu, khidir lebih jauh atau tinggi ilmunya dibandingkan Nabi Musa ( Surat Al-Kahfi : 65 ). Tapi dari sekian banyak yg mengakui beliau waliyullah, dengan alasan, " kalau beliau seorang nabi, siapa umatnya? Dan dijaman apakah beliau hidup ?" Meskipun demikian ada seorang waliyullah yg bernama syech Muhammad Jailani Abrar Al-qutub Al-qaibi yg berpendapat, "khidir itu adalah seorang nabi , karena khidir adalah guru dari syech Abdul Qadir Jailani, sedangkan Syech Abdul qadir Jailani adalah guru dari syech Muhammad jailani Abrar." Mungkin ada dari para pembaca thread ini yg bertanya , " Apakah kita wajib mengimani khidir, sedangkan kita umat islam, hanya wajib mengimani 25 Nabi yg sudah disebutkan didalam Al-qur'an? tentu saja kita tidak wajib mengimaninya dalam artian dogmatis. Dengan ketinggian ilmunya, khidir dianggap seorang Nabi. Hal ini dikatakan langsung oleh Allah, bahwasanya khidir itu paling tinggi ilmunya. Dikisahkan pada suatu hari, Musa as. sedang memberikan khtobahnya kepada bani israil, dan musa ditanya " siapakah yg paling tinggi ilmunya?". Musa menjawab, "Aku". lalu Allah menegur Musa , karena yg paling berilmu adalah dia (Allah). Dan allah berfirman kepada Nabi Musa as : "sesungguh nya aku mempunyai seorang hamba yg lebih berilmu darimu, yang berada diantara dua buah laut (laut dan sungai)." maka mendengar itu Musa sadar akan kesalahannya, dan Musa mohon kepada Allah, agar diijinkan untuk menuntut ilmu kepadanya (khidir). Lalu Musa pergi mencari khidir, entah berapa lamanya. Didalam ia mencari khidir, Allah akhirnya memberitahukan dimana khidir berada, yaitu pertemuan dua laut, disebuah batu besar yg mempunyai mata air. Akhirnya Musa bertemu juga dengan khidir, lalu musa belajar ilmu kepada khidir.

FG risalah 75

RISALAH 75 المقالة الخامسة والسبعون فـي الـتـصـوف و عـلـى أي شــئ مـبـنـاه قـال رضـي الله تـعـالـى عـنـه و أرضـاه : أوصـيـك بـتـقوى الله وطـاعـتـه، و لـزوم ظـاهـر الـشــرع و ســلامـة الـصـدر، و ســخـاء الـنـفـس، و بـشــاشــة الـوجـه، و بـدل الـنـدى، و كـف الأذى، و تـحـمـل الأذى و الـفـقـر، و حـفـظ حـرمـات الـمـشــايـخ و الـعـشــرة مـع الإخـوان، و الـنـصـيـحـة لـلأصـاغـر و الأكـابـر، و تـرك الـخـصـومـة، و الإرفـاق، و مـلازمـة الإيـثـار و مـجـانـبـة الادخار، و تـرك صـحـبـة مـن لـيـس مـن طـبـقـتـهـم، و الـمـعـاونـة في أمـر الـديـن و الـدنـيـا. و حـقـيـقـة الـفـقـر أن لا تـفـتـقـر عـلـى مـن هـو مـثـلـك و حـقـيـقـة الـغـنـى أن تستغني عـمـن هـو مـثـلـك. و الـتـصـوف لـيـس أخـذ عـن الـقـيـل و الـقـال و لـكـن أخـذ عـن الـجـوع و قـطـع الـمـألـوفـات و الـمـســتـحـســنـات، و لا تبدءا الـفـقـيـر بـالـعـلـم و إبـدائـه بـالـرفـق، فـإن الـعـلـم يـوحـشــه و الـرفـق يـؤنـســه. و الـتـصـوف مـبـنـي عـلـى ثــمــان خــصـال : الــســـــــخــــاء لـســـــيــدنــا لإبـــراهــــــيــــم عــــلــــيــــه الـــســــــلام الـــــرضـــــــا لـســـــيــدنــا لإســــــــحـــــاق عــــلــــيــــه الـــســــــلام الـــصــــــبــــر لـســـــيــدنــا لأيــــــــــــــــوب عــــلــــيــــه الـــســــــلام الإشــــــــــــارة لـســـــيــدنــا لــــزكــــــريـــــا عــــلــــيــــه الـــســــــلام الـــغــــــربـــــة لـســـــيــدنــا لـــيــــحـــــيــــى عــــلــــيــــه الـــســــــلام الــتـــصـــــوف لـســـــيــدنــا لـــمــــوســـــــى عــــلــــيــــه الـــســــــلام الــســــيـــاحـــة لـســـــيــدنــا لـــعــــيــــســــى عــــلــــيــــه الـــســــــلام الـــفــــــقـــــــر لـســـــيــدنــا لـسـيـدنـا مــحـمــد صـلـى الله عـلـيـه و سـلـم و عـلى إخـوانـه مـن الـنـبـيـيـن و الـمـرســلـيـن و آل كـل و صـحـب كـل و ســلـم أجـمـعـيـن Aku memberi nasehat kepada kamu agar kamu takut dan patuh kepada Allah. Turutilah hukum-hukum Allah dan bersihkanlah hatimu. Kontrollah dirimu, relalah dengan Tuhanmu, tolonglah orang miskin dan orang yang sedang dalam kesusahan, jagalah kesucian orang-orang kerohanian, berbuat baiklah kepada seluruh anggota masyarakat, nasehatilah para kaula muda, hindarilah permusuhan dengan rekan dan teman, janganlah suka menimbun harta benda, hindarkanlah dirimu dari berkawan dengan orang-orang yang bukan golongan yang menuju jalan kerohanian dan dari menolong mereka di dalam perkara dunia dan agama. Menurut agama, hakekat kemiskinan itu ialah kamu tidak lagi memerlukan apa-apa dari orang lain yang seperti kamu juga, sedangkan kekayaan ialah kamu berada melampaui garis keperluan mahluk seperti kamu juga. Tasauf bisa didapati bukan melalui permbicaraan atau percakapan, melainkan melalui lapar dahaga dan menjauhkan diri dari apa yang kamu sukai. Janganlah kamu menonjolkan kepandaianmu di hadapan darwisy, tapi hendaklah kamu bersikap lemah lembut. Karena, jika kamu menonjolkan kepandaianmu, maka dia tidak akan merasa senang. Dia akan senang jika kamu bersikap lemah lembut. Tasauf itu berdasarkan delapan sifat (kualitas) : Bermurah hati seperti Nabi Ibrahim Menyerah dengan suka rela seperti Nabi Ishaq Bersabar seperti Nabi Ya’qub Shalat seperti Nabi Zakaria Miskin seperti Nabi Yahya Memakai pakaian bulu seperti Nabi Musa Mengembara seperti Nabi Isa Beragama seperti Nabi Muhammad SAW dan seluruh para Nabi dan Rosul, dan semua keluarga dan sahabatnya. semoga keselamatan tercurahkan atas mereka seluruhnya.